Desa Sumbermujur, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, kembali semarak dengan digelarnya tradisi tahunan Grebeg Suro dan Ruwat Air dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram (Suro). Upacara adat ini dipusatkan di kawasan wisata ekologi Hutan Bambu Sumbermujur yang memiliki luas sekitar 14 hektar.
Tradisi ini merupakan ungkapan rasa syukur masyarakat setempat atas kelimpahan hasil panen serta pelestarian sumber mata air yang selama ini menjadi penopang utama kehidupan warga, baik untuk air minum maupun pengairan sawah.
Prosesi Arak-arakan Gunungan Hasil Bumi
Dalam prosesi tersebut, puluhan 'Gunungan' yang berisi hasil bumi seperti padi, sayur-mayur, buah-buahan, dan umbi-umbian diarak keliling desa menuju sumber mata air. Iring-iringan ini disambut antusias oleh warga dan wisatawan, serta diiringi oleh kesenian tradisional khas Lumajang, seperti Tari Oleng Among Tirto Joyo.
Puncak ritual ditandai dengan pembacaan doa bersama yang dipimpin oleh para sesepuh desa, dilanjutkan dengan prosesi simbolik penanaman kepala sapi di dekat sumber air. Hal ini dimaknai sebagai doa penolak bala agar masyarakat Sumbermujur senantiasa dijauhkan dari marabahaya.
Seiring berjalannya waktu, Grebeg Suro Sumbermujur tidak hanya sekadar ritual spiritual, namun telah bertransformasi menjadi salah satu agenda wisata budaya unggulan di Kabupaten Lumajang yang sukses menggerakkan roda ekonomi UMKM warga sekitar.
